Rabu, 04 Februari 2015

GUNUNG-GUNUNG TERTINGGI DI INDONESIA

GUNUNG-GUNUNG TERTINGGI DI INDONESIA

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai banyak gnunung dan pegunungan. Hal ini tentu tak terlalu mengherankan, mengingat posisi berada pada pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (Ring of Fire). Tercatat di Indonesia terdapat sekitar 400 gunung berapi dimana 130 di antaranya adalah gunung berapi aktif. Nah, dari jumlah tersebut, kita akan mengurutkan daftar 10 gunung tertinggi di Indonesia. gunung apa sajakah itu? silahkan disimak.
1. Gunung Puncak Jaya (4.884 meter), Papua
2. Gunung Kerinci (3.805 meter), Sumatera Barat dan Jambi
3. Gunung Rinjani (3.726 meter), Lombok, Nusa Tenggara Barat
4. Gunung Semeru (3.676 meter), Kab. Malang dan Lumajang
5. Gunung Slamet (3.432 meter), Perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.
6. Gunung Sumbing (3.371 meter), Kabupaten Magelang, kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Temanggung
7. Gunung Arjuno (3.339 meter), Malang, Jawa Timur
8. Gunung Raung (3.322 meter), Banyuwangi, Jawa Timur
9. Gunung Lawu (3.265 meter), Karanganyar, Wonogiri, Magetan
10. Gunung Welirang (3.156 meter), Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Malang
 

NEGARA TUJUAN PAGI PELAJAR INDONESIA

NEGARA TUJUAN PAGI PELAJAR INDONESIA



Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah pelajar yang sangat banyak dan berpotensi. Namun naasnya, fasilitas pendidikan di Indonesia sendiri masih kalah jauh dengan yang ada di berbagai negara lain.

Maka dari itu, maau tak mau banyak pelajar yang menuntut ilmu hingga ke luar negeri. Selain karena fasilitasnya yang rata-rata lebih baik dari di Indonesia sendiri, juga dapat menaikkan status sosial seseorang.

Banyak sekali pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai negara seantero dunia, akan tetapi tercatat ada 10 negara yang menjadi tujuan terbanyak pelajar Indonesia.

Berikut ialah 10 Negara Tujuan Bagi Para Pelajar Indonesia :


1. Amerika Serikat
Amerika merupakan magnet yang sangat besar bagi tidak hanya mahasiswa Indonesia saja, namun juga mahasiswa yang ada di seluruh dunia.


2. Australia
Lebih dari 15.000 orang Indonesia menuju Australia tiap tahunnya untuk belajar.


3. Singapore
18.000 orang mahasiswa Singapura berasal dari Indonesia. Alasan memilih Singapura sebagai tujuan pendidikan: tawaran beasiswa, setelah selesai belajar hampir dipastikan bisa langsung bekerja.


4. Malaysia
Alasan memilih Malaysia sebagai tujuan pendidikan: jaraknya dekat dari Indonesia dan biayanya juga ringan.


5. Jerman
Alasan memilih Jerman sebagai tujuan pendidikan: Biaya pendidikan murah, hanya 78 juta rupiah untuk s1, terkenal dengan program tekniknya. 2.500 orang mahasiswa berasal dari Indonesia.


6. Jepang
1.500 orang mahasiswa berasal dari Indonesia.


7. Inggris
Sebagian besar mahasiswa Indonesia belajar di Inggris untuk mengambil Program pasca sarjana, dengan mengambil jurusan bisnis, seni, dan psikologi.


8. Belanda
Mahasiswa Indonesia adalah mahasiswa asing tebesar kelima di Belanda. Jumlah pelajar Indonesia di Belanda diperkirakan sekitar 1.450 orang.


9. Mesir
Universitas Al Azhar adalah pusatnya untuk studi Islam para mahasiswa Indonesia. Hampir 5000 orang Indonesia menuntut ilmu di sana.


10. China
Language menjadi jurusan pilihan orang Indonesia, kemudian medical.

MIE INSTANT TERENAK DI DUNIA

MIE INSTANT TERENAK DI DUNIA


 
Mie Instan telah menjadi makanan alternatif paling populer di Indonesia. Did you know? Ternyata kepopuleran mie instan Indonesia berhasil menembus ketingkat Dunia loh. Mie Instan berhasil memasukan tiga jenis produknya ke dalam 10 mie instan terlezat di dunia. Tak hanya itu, mie instan Indonesia juga berhasil keluar sebagai juaranya loh.
Peringkat mie terlezat di jagad raya ini, berdasarkan penelitian para pakar mie, The ramen rater, selama lebih dari 30 tahun. Mie Instan ini berhasil mengalahkan sekitar 670 jenis mie instan dari seluruh negara yang dijadikan sample penelitian. 10 mie instan tersebut adalha sebagai berikut.
Berikut peringkat mie terlezat berdasarkan hasil riset, seperti yang dilansir situs kuliner serious eat.com.
10. Singapura: Koka Instant Non-Fried Noodles, Spicy Black Pepper Flavor.
Mie instan yang rendah lemak ini memiliki cita rasa yang kuat. Resep utamanya berbahan sayuran dan memiliki rasa pedas manis.
9. Hongkong: Doll Instant Noodle, Artificial Chicken Flavor.
Dilihat sekilas memang biasa. Namun mie instan dengan rasa kaldu ayam ini memiliki cita rasa kaldu ayam yang sempurna.
8. Japan: Sapporo Ichiban Shio Ramen Noodles
Meski termasuk pendatang baru dalam daftar The Ramen Raterm namun mie instan ini spesial. Campuran daun bawang dan telur rebus ditambah dengan sedikit wijen, dijamin membuat ketagihan.
7. Korea: Nong Shim Shin Ramyun Black Premium Noodle Soup
Mie dengan porsi jumbo ini sangat lezat disantap dengan sedikit sayuran, irisan daging sapi dan bumbu pedas.
6. Japan: Myojo Hyoubanya no Chukasoba Noodles, Oriental Flavor
Merupakan mie instan tradisional khas Jepang. Mie yang sangat kenyal dan memiliki cita rasa makanan laut (seafood).
5. Indonesia: Mie Sedaap Instant Kari Spesial Bumbu Kari Kental
Mie Sedap milik PT Sayap Mas Utama yang merupakan grup dari kelompok Wings, memiliki cita rasa pedas yang lezat. Mie instan produk terbesar kedunia di Indonesia ini memiliki rasa dan aroma yang mantap.
4. Japan: Sapporo Ichiban Japanese Style Noodles Chow Mein
Mie instan ini memiliki rasa manis dan asin ditambah dengan cita rasa khas rumput laut.
3. Japan: Nissin Yakisoba with Mayonnaise / Mustard Packet
Yakisoba merupakan hidangan yang umum disajikan di Jepang. Dimasak dengan cara direbus kemudian ditiriskan. Kemudian dicampur dengan bumbu guna menambah kelezatanya.
2. Indonesia: Indomie Mi Goreng Rasa Ayam Panggang, BBQ Chicken Flavor
Mie dengan paket jumbo, dengan lima cita rasa yang berasal dari kecap manis, saus sambel pedas.
1. Indonesia: Indomie Special Fried Curly Noodles
Indomie goreng keriting ini merupakan jenis mie instan terbaik yang pernah dicoba oleh para pakar mie ramen dari the Ramen Rater. Mie ini dinilai sangat lezat karena memiliki bumbu komplit yang pas dan mantap.

AHLAK DAN MORALITAS INDONESIA

AHLAK DAN MORALITAS INDONESIA




Naik bus hari ini. Di depan saya ada sepasang manula suami istri. Dua duanya menggunakan jam Rolex emas. Dari jenisnya, dua jam itu saya perkirakan harganya sekitar 700 jutaan. Kalungnya juga emas berat, juga gelangnya emas berat. Cincinnya penuh dengan berlian, saya perkirakan semua cincin mereka itu saja di atas 200 juta. Sabuknya Luis Vuitton.

Total perhiasan yang mereka pakai berdua mungkin di atas satu Milyar rupiah; dan mereka pakai bus, naik dari sekitar pasar tradisional.

Hal yang mustahil terjadi di Indonesia. Mustahil di Indonesia dengan perhiasan semahal itu bisa low profile menggunakan bus; kemungkinan besar akan pakai sopir pribadi. Dengan perhiasan senilai itu, mustahil mereka berani jalan-jalan di pasar tradisional di Indonesia menggunakan bus umum tanpa incaran copet dan rampok.

Di pasar tadi saya juga lihat sepasang pemuda pemudi yang berpenampilan anggun dan elegan sedang pacaran sambil menuntun anjing. Anjingnya lalu berak. Lalu si cowok memungut berak anjing itu dengan kertas koran yang sengaja ia bawa dari rumah. Aturan di HK empunya anjing diharuskan membersihkan kotoran anjing yang dibawanya. Dan aturan ini sudah menerap pada semua warga HK.

Pulangnya saya naik kereta (railway line). Penumpang harus membayar tiket dengan cara "gesek" kartu, lalu naik. Lalu kartu ini didebet uangnya. Tak ada penjaga di sana. 

Hari sebelumnya saya menggunakan MTR (MRT kalo di Singapore) penuh sesak, tapi di gerbong itu hanya ada sepasang tempat duduk yang kosong, tak ada yang iseng ngisi -meski untuk berdiri saja nyaris sulit karena kereta penuh. Tempat duduk itu dibiarkan kosong karena diperuntukan khusus bagi orang tua, ibu hamil, dan disabled.

Tak ada pengawasan, hukum dan aturan berjalan dengan sendirinya dengan penuh kesadaran. Nyaris tak ada rasa ingin mencurangi aturan. 

Bisa saja pengguna railway ini tak usah bayar, menghindari gesek kartu supaya gratis. Namun mereka tak melakukan itu. Mereka dengan sabar antri menunggu untuk menggesek kartu masing-masing.

Bisa saja pemuda tadi tak memungut berak itu, jijay kan. Padahal sangat jarang pengawas yang lalu lalang untuk patroli berak anjing.

Orang tua itu naik bus dengan perhiasan mahal tanpa merasa khawatir akan keamanan dan keselamatannya. 

Seorang wanita berjalan sendirian jam dua malam di Hong Kong lebih aman daripada dua orang lelaki berjalan jam dua siang di Pasar Senen atau Tanah Abang.

Kapan masyarakat kita bisa seperti ini, seratus, dua ratus tahun ke depan?

--

Masyarakat Hong Kong tidak umum berbicara persoalan ahlak dan moralitas dogmatis, seperti kebanyakan masyarakat kita yang hobi sekali mengaitkan segala tindakan dengan ahlak dan moral, dan menilai serta menghakimi tindakan, ucapan, tulisan orang lain dengan parameter ahlak. (bulan puasa yang akan datang dijamin makin marak keusilan ini)

Masyarakat HK tidak melebay-lebaykan bahasanya dengan terminologi-terminologi agama, atau meniru-niru dan mengimpor bahasa dan penampilan timur tengah dalam sosial sehari-hari. 

Masyarakat HK menerjemahkan "moralitas dan ahlak" ini dalam BUKTI dan TINDAKAN NYATA/KONGKRIT, bukan hanya sekedar teori-teori normatif seperti kebanyakan masyarakat kita. Begitu sudah naik pada tataran bukti dan praktik, masyarakat kita banyak yang NOL besar dibanding teorinya. 

KIta ribut soal Dolly, kita ribut tentang haram halal, kita ribut tentang aliran A aliran B, kita ribut tentang ibadah keyakinan lain, dll. seolah semua orang kita ini adalah yang paling suci. 

Padahal bahkan di tempat "suci" saja (jangankan di tempat umum), sendal hilang di mesjid, lebih gila lagi kencleng juga ada yang bisa raib dengan isi-isinya. Luar biasa!

Dalam bukti? negara kita adalah salah satu negara paling korup di dunia. Ekonomi kita termasuk yang paling senjang dan rendah per-kapitanya di Dunia. Sistem pendidikan kita adalah tiga besar terburuk di dunia. Toleransi beragama kita termasuk yang paling sering berkasus di dunia. "Pencapaian" kita banyak yang mendunia, namun nyaris tak ada dalam hal yang positif. 

Jika mengamati kesenjangan antara "ngomong besar" dengan buktinya; apakah tepat jika dinamakan 'munafik'? monggo masing-masing menilai sendiri.

--

Kita adalah bangsa yang meributkan tentang menu dan cara memasak yang paling benar, tetapi paling bego dan malas kalo disuruh memasak. 

Bangsa kita paling pinter diskusi tentang mobil dan sistem navigasi, tapi disuruh pergi ke tujuan tak pernah sampai bahkan saling tabrak menabrak.

Bangsa kita adalah paling pandai dalam teori tentang pupuk, tapi nyaris tak pernah menghasilkan buah dalam bercocok tanam.

--

Mari kita perbaharui terjemahan dari 'ahlak dan moralitas' ini menjadi: 'BUKTI dan HASIL NYATA DARI tindakan yang berdampak produktif bagi sebanyak mungkin manusia', bukan hanya hafal teori dan kutipan.